Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Sep 24, 2014 in Blog | 0 comments

Fun Storytelling Training Project Report (First Week)

Sebelum kita bercerita lebih lanjut tentang kegiatan baru kami, cerita-cerita dulu yuk! Jadi, Buku Berjalan Indonesia sekarang sedang bekerja sama dengan XL Future Leaders selama enam minggu untuk suatu program yang bernama, Fun Storytelling Training Project di SDN Pejaten Barat 01 Pagi :)

Apa sih program ini, sebenernya?
Nah, program ini bertujuan agar anak-anak dapat meningkatkan kemampuan literasi, kemampuan bicara serta kemampuan untuk mengekspresikan diri.

Kita simak yuk, laporan dari salah satu crew XL Future Leaders tentang project ini..

Training dimulai pada pukul 08.00 WIB di Ruang Kelas 1 SD N 01 Pejaten Barat. Pada awalnya, tim berkenalan dengan siswa yang sudah datang sejak pukul 07.30 WIB. Perkenalan dilakukan satu persatu sambil mencairkan suasana sekaligus engaging antara tim dengan siswa. Selanjutnya, tim mulai menceritakan gambaran secara garis besar mengenai kegiatan training fun storytelling project kepada siswa dan siswi.

Selesai berkenalan, tim pun mulai memperkenalkan teknik storytelling kepada siswa-siswi dengan buku cerita yang telah terlebih dahulu dipersiapkan. Buku cerita yang digunakan adalah buku dengan judul “Si Jempol” yang disediakan dari Komunitas Buku Berjalan. Pembacaan cerita yang tidak hanya membaca cerita, tetapi memasukkan juga sisi emosi dari cerita, penghayatan dari pelaku cerita, sekaligus gestur saat bercerita. Selain pesan moral didapat oleh siswa dan siswi, mereka juga dapat ikut merasakan isi cerita sekaligus bersemangat untuk mendengarkan dan memahami isi cerita dari awal hingga akhir.
Pembawa cerita juga membagi cerita kepada 3 bagian kepada anak-anak dengan diselipkan pertanyaan kepada siswa dan siswi sebagai “password” untuk melanjutkan ke bagian berikutnya. Pertanyaan-pertanyaan ini mengajak siswa dan siswi untuk recall cerita yang telah dibagikan sambil memberikan trigger untuk secara sederhana dan singkat bercerita kembali cerita yang telah didengar. Pencerita meminta 1 siswa ataupun siswi untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di setiap bagian tersebut.

Nah, Kak Yola sebagai pencerita telah selesai menyampaikan cerita “Si Jempol”, pencerita pun menanyakan pesan moral secara keseluruhan kepada siswa dan siswi secara terbuka. Hal ini dilakukan oleh tim agar menimbulkan rasa keberanian dari siswa dan siswi untuk berbicara di publik. Setelah itu, pencerita memberikan tantangan kepada 2 siswa dan siswi untuk menceritakan kembali cerita “Si Jempol” dari awal hingga akhir secara bergantian.

Lalu, setelah keduanya menceritakan kembali, tim pun memberikan apresiasi kepada 2 pencerita cilik berupa 2 hadiah kepada masing-masing. Hal ini dilakukan agar dapat membangkitkan semangat teman-teman yang lain untuk lebih semangat dan juga berani untuk berbicara di depan publik.

Supaya tidak bosan, tim membuat games untuk ice breaking dengan siswa dan siswi di lapangan sekolah. Dengan tema komunikasi, games yang dibawakan adalah games komunikata. Hal ini mengajarkan kepada siswa dan siswi untuk cermat dalam mendengarkan dan tepat dalam menyampaikan pesan. Dengan 14 siswa serta 2 orang dari tim training, kelompok dibagi menjadi 4 dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang. Pemenang games adalah kelompok yang dengan tepat menyampaikan pesan tersebut. Hasil dari permainan ini adalah 2 kelompok yang dapat menyampaikan dengan tepat isi pesan yang diberikan.

Setelah lelah bermain di lapangan, kegiatan dilanjutkan di perpustakaan sekolah. Perpindahan terjadi karena ruangan kelas 1 ternyata digunakan untuk kegiatan pendalaman materi dari SD N 02 Petang Pejaten. Meskipun, kegiatan dipindahkan, antusias siswa dan siswi tetap ada. Ditambah lagi dengan adanya pemberian hadiah serta snack ringan kepada kelompok pemenang dan juga minuman jelly kepada semua siswa dan siswi.

Kegiatan selanjutnya adalah Kyana, dari tim Buku Berjalan juga ikut bercerita mengenai Popeye dan juga bayam sebagai hal yang disukai oleh Popeye. Dari cerita ini, siswa dan siswi kemudian ditantang untuk bercerita mengenai hal-hal yang mereka sukai. Kegiatan ini dilakukan untuk kembali men-trigger siswa dan siswi untuk berani dalam berbicara depan publik. Dalam hal ini, tim mengajak bercerita mengenai hal-hal yang mereka sukai.

Selesai sudah kegiatan hari minggu pertama! Tim kemudian memfoto masing-masing siswa untuk membuat penilaian di awal dan akhir untuk masing-masing anak. Setelah itu, tim mengajak untuk dokumentasi bersama di akhir training dengan siswa dan siswi SD N 01 Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Bagaimana dengan minggu kedua? Nantikan cerita nya yaaa.. :)

TODAY A READER, TOMORROW A LEADER!

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>