Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 7, 2013 in Activities, Photos | 0 comments

Kunjungan ke Sekolah Rumpin

Kunjungan ke Sekolah Rumpin

Minggu, 4 November 2012.
Langitnya setengah mendung tapi kakak-kakak Buku Berjalan sangat bersemangat melangkahkan badan ke stasiun Bandung menuju stasiun Jatinegara, Jakarta.

Hmmm.. Kira-kira mau ke mana ya?

Yuk, tanya Kak Kyana, “Kak Kyana, Kak Kyana, kalian mau pergi ke mana?”
Kak Kyana tersenyum dan menjawab, “Kita mau ke Sekolah Rumpin!!”

Yup! Kakak-kakak Buku Berjalan akhirnya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Sekolah Rumpin, sekolah non-formal di daerah Rumpin yang beberapa lalu sempat bermasalah dengan sengketa. Sambil membawa 150 buku, kami semua bersemangat untuk mengunjungi adik-adik di Rumpin.

Selama satu bulan penuh kami hanya mendengar cerita dari Kak Ana, kepala sekolah Rumpin, tentang kondisi adik-adik di sana dan akhirnya kami berhasil mewujudkan keinginan kami.
Perjalanannya cukup panjang. Sesampai di Stasiun Jatinegara kami masih harus menikmati gerbong kereta hingga ke stasiun Tanah Abang. Di sana kami bertemu dengan Kak Ana dan menjelajahi fasilitas komuter menuju stasiun Serpong. Berangkat dari Serpong barulah kami naik angkot menuju gerbang luar Rumpin.

Dari gerbang luar kami berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit hingga sampai ke rumah Ibu Neneng. Ah iya, kami perkenalkan juga Ibu Neneng, salah satu orang yang sangat berjasa dalam menggagas berdirinya Sekolah Rumpin.

 

Di rumah Ibu Neneng kami dijamu dengan sangat baik sekali. Siang-siang dan langit semakin mendung. Sambutan ibu Neneng dan beberapa warga Rumpin menjadi penyemangat kami. Akhirnya pukul 2 siang kami mulai membagikan buku-buku yang kami bawa kepada adik-adik di Rumpin.

 

Antusiasme yang sangat mengharukan. Adik-adik di Sekolah Rumpin sangat bersemangat melihat buku. Halaman-halaman dari buku cerita, buku pelajaran, sampai buku bahasa Inggris dibuka dan dibaca dengan bersemangat. Beberapa bagian yang tidak dimengerti, mereka tanyakan. Cerita yang ingin mereka dengar, tidak terbuang di atas kertas tapi terngiang di telinga mereka. Sambil membaca, mereka belajar mendengarkan dan mencerna.

 Huaaaaa.. hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras. Ruangan menggelap dan udaranya mendingin. Tapi kami bersama adik-adik Sekolah Rumpin masih terus semangat membaca dan berbagi cerita. Kelelahan kami dalam perjalanan tidak terasa lagi melihat adik-adik sedikit berebut memilih buku. Hujan sama sekali tidak kami acuhkan. Kami menggebu ingin terus membedah buku-buku bersama mereka.

 

Kami, kakak-kakak Buku Berjalan, merasa sangat beruntung bisa mengunjungi adik-adik di Sekolah Rumpin. Bagi kami, buku yang kami berikan tidak seberapa dengan kebutuhan mereka. Buku yang kami jalankan mungkin belum bisa memenuhi apa yang mereka perlukan. Tapi kami percaya bahwa tiap lembar halaman akan menjadi asupan sehat bagi pembelajaran mereka.

Semoga buku-buku ini bisa terus berguna! Kami tidak akan berhenti. Kami akan terus bergerak menjalankan buku :)

note: Terima kasih yang begitu besar untuk Kak Ana & Ibu Neneng.

 

Oleh: Eunike G. Setiadarma

 

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>